Senin, 10 Oktober 2011

ISTRI-KU MAAFKAN AKU...




Telah meninggal teman kita Linda hari ini, karena melahirkan anak ke2.
Tolong kanca2 liyane dikabari.

  Lama aku coba ingat-ingat nama Linda namun nggak juga aku ingat wajah wanita itu yang notabene adalah temen SMA ku dulu, mungkin jarak waktu yang terlalu lama dari masa-masa SMA dulu hingga sekarang mungkin udah sepuluh tahun lebih. Meskipun aku gagal mengingat temen SMA ku itu namun tak lupa aku mendoakan semoga Arwahnya diterima disisi Allah S.W.T.

    Sebuah pengorbanan seorang Ibu untuk melahirkan putranya harus dibayar mahal dengan sebuah nyawa yang dikorbankan demi si buah hati. Sebuah pengorbanan yang sangat besar dari seorang ibu, orang yang selama ini kadang kita lupakan jasa-jasanya. Seorang yang kadang-kadang kita menyakitinya. Seorang yang mulia yang selama ini kita kadang-kadang tak mendengarkan nasehatnya.

    Istriku, maafkan aku....walaupun karena pekerjaan yang musti aku jalani dan jarak yang jauh tak memungkinkan aku segera menungguimu saat melahirkan anak kedua kita tanggal 17 Desember 2007 kemaren, namun perasaan bersalah ini kembali mengganggu pikirannku. Untuk kedua kalinya aku tak bisa menemani perjuanganmu mempertaruhkan nyawa demi buah hati kita. Lima tahun kemaren pun aku tak bisa menemanimu meski sempat aku tungguin kamu dari jam 12 malam hingga jam 5 subuh namun karena aku keletihan dan tak jua buah hati kita yang pertama lahir, orang tua kita menggantikanku nungguin kamu dan menyuruhku istirahat, dan disaat aku istirahat sebentar di rumah ternyata si buah hati kita yang pertama lahir. Dan aku tak bisa menyaksikan perjuanganmu.

    Istriku, maafkan aku....tak pernah menemanimu berjuang mempertaruhkan nyawa demi anak-anak kita. Satu hal semua bukan karena kusengaja tapi karena keadaan yang memaksa. Istriku...kamu sangat berarti buatku, seperti juga anak-anak kita. Dan aku sangat mencintai kalian.

Istriku.... besok siang aku pulang untuk menemui kamu dan anak-anak kita.
Istriku.... mudah-mudahan kedatanganku besok mempercepat pulihnya kondisimu.